“Laporan komite hadiah pangeran Claus 2018: Eka Kurniawan • Indonesia • sastra”

Terjemahan ini berdasarkan versi bahasa Inggris jang bisa dirudjuk di sini.

Eka Kurniawan (1975, Tasikmalaja, Djawa Barat) adalah penulis jang, dalam fiksi menarik, mendjeladjahi komplexnja sedjarah mutachir Indonesia. Menulis skripsi sardjana filsafat tentang penulis besar Indonesia Pramoedya Ananta Toer, Kurniawan meninggalkan realisme sosialis dan mengembangkan sendiri gaja menulis inovatif untuk menggapai kenjataan jang peka dan sering traumatis sehingga mendjadi relevan dan bisa dipahami pembatja luas. Ia menggabungkan unsur2 pelbagai aliran sastra dan pengaruh, termasuk tjerita rakjat, sedjarah lisan, pewajangan, pentjak silat dan komik horor serta realisme magis, untuk menggambarkan pengalaman orang jang njata dan ber-lapis2. Dengan ketjerdasan sedjarah mendalam, penuturan tjerita luas, dan halaman demi halaman pembalikan plot jang mempesona serta humor jang melentjeng, karja Kurniawan adalah pembenaran mendalam bagi aspek kemanusiaan kalangan jang terpodjokkan — mereka jang terexploitasi, tersingkirkan dan mendjadi buron jang sebenarnja merupakan majoritas.

Eka Kurniawan menerima hadiah dari pangeran Constantijn (adik radja Belanda)
Eka Kurniawan menerima hadiah dari pangeran Constantijn (adik radja Belanda)

Novel besar pertamanja Tjantik itu luka (2002) adalah satire kotjak maupun tragedi keluarga dalam tjakupan maha besar menjusul kekerasan fisik dan sexual sepandjang sedjarah pendjadjahan Belanda, pendudukan bala tentara Dai Nippon dan kekuasaan tangan besi serta genosida rezim Soeharto. Novel ini membangkitkan gambaran njata tentang kemiskinan dan keterpentjilan di desa serta mendesak supaja sedjarah kembali dipertimbangkan termasuk dampak sedjarah jang tidak tuntas. Banjaknja hantu jang menggentajangi sebuah kota imadjiner dalam karja Kurniawan menegaskan bahwa masa lampau tidak akan selesai sebelum para pelaku mempertanggungdjawabkan perbuatan mereka.

Eka bertutur tentang kepenulisannja
Eka bertutur tentang kepenulisannja

Lelaki harimau (2004) berkisah tentang pembunuhan, tentang seorang pria jang kerasukan njawa harimau putih, dan tentang dua keluarga terpuruk jang terdjebak dalam politik pedesaan. Kurniawan menggunakan dongeng setempat tentang harimau djantan gaib jang melindungi desa atau keluarga baik. Tetapi di sini harimaunja ternjata betina jang merasuki seorang pria — sebuah pembalikan plot jang memungkinkan kritik tadjam terhadap patriarki dan penindasan kaum perempuan. Begitu liris dan elegan penjusunannja, Lelaki harimau melimpahkan penghormatan kepada Eka Kurniawan sebagai penulis Indonesia pertama jang masuk nominasi hadiah internasional Man Booker (2016).

Karja2 lain termasuk Tjorat-tjoret di toilet (2000), kumpulan tjerita pendek satiris tentang generasinja, termasuk para pemimpin jang ternjata tjuma kalangan oportunis haus kekuasaan. Kumpulan budak setan (2010), antologi tjerita hantu jang disusun bersama penulis lain; Seperti dendam rindu harus dibajar tuntas (2014), kadjian tentang maskulinitas, perkosaan, otoritas dan impotensi; buku anak2 dengan seruan kepada orang dewasa berdjudul O (2016). Karja2nja sudah diterdjemahkan ke dalam 34 bahasa.

Eka Kurniawan memperoleh penghargaan:

    • karena penuturan tjerita dengan fantasi begitu kaja, keindahan mentjolok prosanja dan relevansi universal tema jang diangkatnja.

 

    • karena berani menghadapi tindak kekerasan politik jang tidak di-singgung2 oleh watjana resmi dan mengolah masalah2 kontroversial dengan tjara jang memudahkan orang untuk benar2 memahaminja, membantu mereka meraih kembali kisah masa lampau dan membentuk pemahaman lebih baik bagi negara mereka.

 

    • karena menggambarkan kechasan budaja Indonesia dan memberi status kepada dongeng dan mitos lokal.

 

    • karena menekankan kuasa bahasa dan sastra dalam tjara kita meresapi serta mengolah informasi tentang topik2 pelik, chususnja pada zaman ketika bahasa dibadjak oleh pihak berwenang dan

 

    • karena memusatkan perhatian pada tjara alternatif untuk memahami sedjarah Indonesia, merangsang kesadaran jang sudah lama dinanti dan pengertian lebih mendalam bagi tanah airnja.

      Eka dengan karja ilustrasinja
      Eka dengan karja ilustrasinja

 

Alih bahasa Joss Wibisono

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.