“Fidelio: Beethoven soal Tapol, Bèntjong, Lesbi dan Gay” oleh Joss Wibisono

Tapol jang sampèk ini detik djuga misih ada di Maluku dan Papua (di sana misih zaman djahilijah orde baru, kajaknja jach), sebenernja sudah diangkat djadi thema opera oleh, siapa lagi kalow bukan, Ludwig van Beethoven [1770-1827]. Ini djelas pilihan logis satu komponist njang punja nama Beethoven kerna dia dikenal muak, sebel dan bentji terhadap tiran! Tiran bagi dia adalah penghambat kebebasan paling gedhé dan kerna itu harus terus diwaspadai, antara laen dèngen didjadiken opera itu! Siapa lagi kalow bukan Beethoven njang ada bikin robek2 halaman depan partitur dia punja simfoni ketiga, kerna di situ tertera nama Napoléon Bonaparte. Dia memang … Lanjutkan membaca “Fidelio: Beethoven soal Tapol, Bèntjong, Lesbi dan Gay” oleh Joss Wibisono