“Mitos kekuatan rakjat” oleh Joss Wibisono

Aslinja tulisan ini adalah tugas achir mata kuliah Sosiologi Pembangunan, dosennja Arief Budiman.  Tapi, berhubung masalah kekuwatan rakjat jang itu wektu terkenal dalem istilah Inggrisnja People’s Power kembali aktual dengen kembalinja Benazir Bhutto dari pengasingan, maka tugas achir itu aku tulis lagi djadi sebuwah opini jang nongol di harian Wawasan (Semarang) edisi 17 Mei 1986, halaman II. Tamtu azha penulisan kembali itu djuga didesek lantaran aku, sebagai mahasiswa tanpa penghasilan, butuh honornja supaja bisa makan.   KETIKA BENAZIR BHUTTO pulang dari pengasingan soal kekuatan rakjat (people’s power) kembali diperbintjangkan orang. Terilhami oleh tindakan Cory Aquino di Filipina, Benazir Bhutto ingin … Lanjutkan membaca “Mitos kekuatan rakjat” oleh Joss Wibisono

“Malacañang lengang” oleh Joss Wibisono

Sekedar penghantar: ini tulisan dari zaman baheula, pernah diumumkan oleh Koran Kampus Satya Wacana, Salatiga, tahun 1986. Waktu itu kedjatuhan Marcos begitu mempesona. Siapa sadja terpana, termasuk aku. Lebih gawat lagi waktu itu aku begitu berambisi menulis dalem gaja sastra, gaja fiksilah. Itu djelas gagal, kerna djadinja tjuman gado2 matjam begini. Pembitjaraan djarak djauh itu terhenti. Kemudian menjusul djeda jang amat lama. Tentu sadja si lawan bitjara djadi bingung. Ia lalu bertanja, “Mister President, anda masih ada pada pesawat?” Djawaban jang didengar Senator Paul Laxalt amat lirih. “Ja, Senator. Tapi … saja amat, amat ketjewa”. Itulah pertjakapan Ferdinand Marcos pada … Lanjutkan membaca “Malacañang lengang” oleh Joss Wibisono