“Eka Kurniawan mengikuti djedjak Rushdie dan Márquez” oleh Emilia Menkveld

Berikut terdjemahan resensi jang dimuat oleh harian Trouw (rubrik zomertijd) pada edisi sabtu 9 djuli 2016 halaman 32 dan 33. Babi berubah djadi orang, djanin hilang dari rahim, dan hantu gentajangan di setiap rumah SEBARIS KALIMAT PEMBUKA jang kena tidaklah gampang, tetapi penulis Indonesia Eka Kurniawan (1974) berhasil menorehkannja: ‘Sore hari di achir pekan bulan maret, Dewi Ayu bangkit dari kuburan setelah dua puluh satu tahun kematian. Seorang botjah gembala dibuat terbangun dari tidur siang di bawah pohon kambodja, kentjing di tjelana pendeknja sebelum melolong’. Siapa bisa mengawali novel pertamanja dengan kalimat seperti itu pasti dia seorang penutur ulung. ‘Tjantik … Lanjutkan membaca “Eka Kurniawan mengikuti djedjak Rushdie dan Márquez” oleh Emilia Menkveld