“Menelusur Djedjak Adinda” Oleh Henk Mak van Dijk

Ini esai aku jang bikin terdjemahannja. Klow gak betah batja tulisan dalem edjaan Soewandi, silahken klik di sini untuk versi edjaan orde baunja, alias EYD. Eduard Douwes Dekker baru berusia 18 tahun tatkala dia, pada tahun 1839, tiba di Batavia bersama ajah dan kakaknja. Berkat djaminan sang ajah, dia bisa bekerdja sebagai amtenar tak bergadji tetap pada Algemeene Rekenkamer, lembaga keuangan penguasa kolonial jang antara lain menghitung batig slot, jaitu keuntungan kolonial jang dibawa “pulang” ke Belanda. Prestasi kerdjanja baik, sehingga ia tjepat naik pangkat. Tetapi dalam posisi tweede commies, dengan tugas melakukan penghitungan itu, Eduard sering bosan jang sebenarnja … Lanjutkan membaca “Menelusur Djedjak Adinda” Oleh Henk Mak van Dijk