“Avoir le gamelan dans le sang” par Joss Wibisono

Article paru dans Le Banian no. 15 juin 2013, pp. 41-52 On a souvent ignoré le rôle du colonialisme dans le rapprochement de styles musicaux. Pourtant, dans le cas du gamelan (musique traditionnelle de Java et Bali), il existe des convergences avec la musique occidentale qui méritent l’attention. Son influence sur la composition de musiciens eurasiens provient de rencontres inattendues qui ont eu lieu pendant la période coloniale. Des compositeurs célèbres comme le Français Claude Debussy (1862-1918) ont pu voir et écouter à Paris du gamelan et c’est ce type d’influence qu’on retrouve dans certaines parties de son répertoire. On … Lanjutkan membaca “Avoir le gamelan dans le sang” par Joss Wibisono

“‘Mendengar’ Surga Sungsang” oleh Joss Wibisono

Inilah resensi pertama sebuwah novel jang pernah kutulis. Tentu sadja ini djuga novel pertama penulisnja. Versi lain resensi ini nongol di koran Suara Merdeka (dulu De Locomotief), edisi 30 Maret 2014, halaman 24 bawah. Klow mingsih ada azha kalangan jang gak betah batja tulisan dalem Edjaan Suwandi, dia bisa ngeklik ini untuk batja versi EYD-nja. Membatja Surga Sungsang, novel perdana Triyanto Triwikromo, laksana mendengar sebuah karja musik serius dan besar — dipentaskan bersama oleh orkestra Barat, seperangkat gamelan (sléndro maupun pélog) dan, tak ketinggalan, sekelompok paduan suara besar. Dua hal begitu menondjol dalam Surga Sungsang sehingga kita terdorong mengkaitkannja dengan … Lanjutkan membaca “‘Mendengar’ Surga Sungsang” oleh Joss Wibisono

“Opera Java: Verismo dan Pemberontakan Sinta” Oleh Joss Wibisono

Catatan awal: versi EYD tulisan ini sudah diumumkan pada situs Radio Nederland. Jadi kalau lebih terbiasa dengan ejaan orde baru itu, ya silahkan mengklik situs tersebut. Terus kalau ogah baca, juga silahkan mengklik situs Radio Nederland untuk mendengarkan versi audio resensi ini. Opera Java digelar di Amsterdam awal September 2010 untuk memperingati 100 tahun Tropenmuseum. Maka penonton disuguhi pertundjukan teater Djawa jang terus memperbaharui diri dan tanpa segan2 menampilkan hal2 jang bisa dinilai saru. Sepintas, terbesit kesan puritanisme telah kokoh mentjokoli masjarakat kita. Tengok sadja ketjaman massal terhadap video pornonja artis2 terkenal atau berlakunja UU Pornografi. Belum lagi ormas2 jang … Lanjutkan membaca “Opera Java: Verismo dan Pemberontakan Sinta” Oleh Joss Wibisono