“Surat perintah pembunuhan: antara Hitler dan harto” oleh Joss Wibisono

Artikel terbaru Jess Melvin dalam situs Indonesia at Melbourne menurunkan salah satu intisari terpenting bukunja The Army and the Indonesian Genocide: Mechanics of Mass Murder (Tentara dan genosida Indonesia: mekanisme pembunuhan massal). Berikut dua alinea jang merupakan djantung artikel itu: It can now be revealed that Soeharto was much more active in consolidating his position and operating independently of Soekarno. New documentary evidence indicates Soeharto sent telegrams to regional military commanders on the morning of 1 October in his assumed position of Armed Forces commander, declaring that a coup – led by the 30 September Movement – had occurred in … Lanjutkan membaca “Surat perintah pembunuhan: antara Hitler dan harto” oleh Joss Wibisono

“Kenapa jach kok engkong harto sampé batalin »Elektra«?” terkarang oleh Joss Wibisono

Harep ini link diklik doeloe dan videonja dilihat en didenger. Kalow tida soeka sama jang namanja opera, tjoekoeplah bebrapa minit sadja lihatnja. Sak soedanja itoe baroe batja ini toelisan lebih landjoet. Freudian Itu tadi aria Allein! Weh, ganz allein! dari opera Elektra tertjipta oleh Richard Strauß [1864-1949] jang libretto (sjairnja) terkarang oleh Hugo von Hofmannsthal atas satoe dramanja Sophokles, poedjangga Joenani poerbakala. Dalem ini aria Elektra menjataken dia ada rindoe loewar biasah sama dia poenja bapak. Ma’loem Elektra ada poenja rasa birahi sama bapaknja dia. Inilah kebalikan Oedipus, soalnja Oedipus ada rasa sjoer sama dia poenja iboe. Maka kalow ada … Lanjutkan membaca “Kenapa jach kok engkong harto sampé batalin »Elektra«?” terkarang oleh Joss Wibisono