“Berbahasa Mandiri dan Kreatif” oleh Joss Wibisono

Artikel “Bahasa Tempo, Bahasa Kita” dalam suplemen chusus 40 tahun Tempo,  mendjelaskan bagaimana madjalah mingguan ini bersusah pajah merawat bahasa Indonesia. Isinja bukan tjuma proses menemukan kata2 baru, tapi djuga bagaimana menghindari kata2 jang dianggap salah dan mengapa kata2 itu salah. Walau begitu ada satu hal penting jang luput. Mungkin karena medium tjetak, Tempo tidak terlalu berurusan dengannja. Itulah masalah lafal. Sebelum itu perlu ditegaskan artikel “Bahasa Tempo, Bahasa Kita” djuga berkisar tentang perlawanan. Perlawanan karena, misalnja, Tempo menolak menggunakan bahasa birokrat atau penguasa. Tidak diuraikan lebih landjut bahasa seperti apa itu. Tapi kita mafhum: di mana2 bahasa birokrat selalu … Lanjutkan membaca “Berbahasa Mandiri dan Kreatif” oleh Joss Wibisono