“Antjaman perang bahasa” oleh Joss Wibisono

Versi edjaan orde bau bisa dibatja dengan mengklik tautan ini. Pada 12 djuli 1938, M.H. Thamrin, atas nama fraksi nasonalis dalam de Volksraad, parlemen Hindia Belanda jang anggotanja ditundjuk (bukan dipilih) membuat kedjutan. Mulai hari itu, demikian tandasnja, dalam setiap sidang Volksraad (djadi bukan dalam sidang pandangan umum belaka) fraksinja hanja akan menggunakan bahasa Melajoe, tjikal bakal bahasa Indonesia. Thamrin berniat menindaklandjuti keputusan Kongres Bahasa Indonesia I di Solo, pada djuni 1938, jang bertekad memperluas penggunaan bahasa Melajoe di pelbagai kesempatan umum. Bahasa Melajoe, menurut Thamrin, harus sebanjak mungkin digunakan, supaja ditingkatkan mutunja dan terangkat dari keterpurukan. Dengan menggunakan bahasa … Lanjutkan membaca “Antjaman perang bahasa” oleh Joss Wibisono