“Amsterdam: tjatetan musim semi 1941” tjerpen Joss Wibisono
kepada Martin Aleida: pemeluk teguh SEMULA TJATETAN INI KUPERSIAPKAN UNTUK I DAN W, SEBAGAI sematjem pegangan setiap kali, kepada mereka, aku melapor apa sadja jang telah kulakukan. Pada zaman sulit dan gelap itu mereka berdua telah berperan sebagai penundjuk djalan, bukan sadja bagi diriku pribadi, tetapi djuga bagi banjak orang di sekitar kami. Itu mereka lakukan walaupun kebebasan semua orang begitu dibatasi, apalagi kebebasan mereka berdua. Kini, walaupun I dan W sudah tiada, tjatatan ini tetap kulandjutkan sebagai penghormatanku kepada mereka berdua. Mungkin djuga tanda kasihku. Jang djelas aku selalu ingin mengenang djasa2 mereka. Hanja inilah jang bisa … Lanjutkan membaca “Amsterdam: tjatetan musim semi 1941” tjerpen Joss Wibisono
