“Belanda dan masa lampau kolonialnja, kita?” oleh Joss Wibisono

Kalow mau batja versi edjaan orde bau, silahken ngeklik ini. Tudjuh puluh tahun setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, Belanda si bekas pendjadjah masih sadja dihantui oleh masa lampau kolonial itu. Lalu apa jang harus dilakukan Indonesia? Diam dan mengamati sadja setiap ada ribut2 di bekas negeri induk? Jakinkah orang Indonesia bahwa dia tidak membebek Belanda: melakukan pelanggaran hak2 asasi manusia besar2an di negeri lain? Beberapa hari mendjelang peringatan 70 tahun proklamasi kemerdekaan Indonesia, persisnja pada hari Djumat 14 Agustus lalu, NRC Handelsblad —harian sore Belanda terbitan Amsterdam— datang dengan berita kedjutan. Gebrakan ini berdampak ribut2 dalam pers Belanda dan terus terbawa … Lanjutkan membaca “Belanda dan masa lampau kolonialnja, kita?” oleh Joss Wibisono

“Djin2 jang kena kutukan Timor-Leste” oleh Joss Wibisono

Ini tulisan lama, pernah terbit di situs Ranesi tahun 2007. Dipasang lagi di sini semata2 untuk menunjukken bahwa para djindral berikut begitu takut sama pengadilan, karena mereka djuga tida berani bertanggung djawab atas perbuwatan mereka di masa lampau. SBY termasuk salah satunja. Begitu denger RMS mengadjuken gugatan ke pengadilan, dia langsung batalin kundjungan kenegaraan ke negeri bekas pendjadjah. Sistem pengadilan Indonesia jang korup tidak bisa mendjangkau mereka. KKP jang dibentuk oleh pemerintah Indonesia dan pemerintah Timor Leste djuga tidak berani menjentuh mereka. Masjarakat internasional ogah mendirikan tribunal untuk mengadili mereka. Tetapi anehnja, para djindral Indonesia dengan pengalaman tertjoreng di Timor … Lanjutkan membaca “Djin2 jang kena kutukan Timor-Leste” oleh Joss Wibisono