“Digulung dan disingkirkan: bagaimana seorang pelukis keradjaan berachir di gudang istana het Loo” oleh Lizzy van Leeuwen

Klow demennja tjuman batja edjaan orde bau, silahken ngeklik ini. Raden Saleh, pelukis abad 19, adalah salah satu simbul penting sedjarah bersama Indonesia Belanda. Tapi ada tanda2 Belanda ingin menjingkirkannja, seperti Multatuli jang sekarang djuga mulai diabaikan. Siapakah sebenarnja Raden Saleh, perupa dengan karja jang berdjudul Boschbrand (kebakaran hutan) sempat menimbulkan keheranan karena telah didjual setjara tidak menguntungkan oleh para tjutju Ratu Juliana? Aneh djuga kalau pelukis jang terkenal dan banjak dipudji di pentas internasional dengan karja2 jang sekarang bernilai sampai djutaan dolar, djustru bukan nama jang dikenal pada setiap rumah tangga Belanda. Kembali meningkatnja penghargaan terhadap karja2 Raden Saleh … Lanjutkan membaca “Digulung dan disingkirkan: bagaimana seorang pelukis keradjaan berachir di gudang istana het Loo” oleh Lizzy van Leeuwen

“Menelusur Djedjak Adinda” Oleh Henk Mak van Dijk

Ini esai aku jang bikin terdjemahannja. Klow gak betah batja tulisan dalem edjaan Soewandi, silahken klik di sini untuk versi edjaan orde baunja, alias EYD. Eduard Douwes Dekker baru berusia 18 tahun tatkala dia, pada tahun 1839, tiba di Batavia bersama ajah dan kakaknja. Berkat djaminan sang ajah, dia bisa bekerdja sebagai amtenar tak bergadji tetap pada Algemeene Rekenkamer, lembaga keuangan penguasa kolonial jang antara lain menghitung batig slot, jaitu keuntungan kolonial jang dibawa “pulang” ke Belanda. Prestasi kerdjanja baik, sehingga ia tjepat naik pangkat. Tetapi dalam posisi tweede commies, dengan tugas melakukan penghitungan itu, Eduard sering bosan jang sebenarnja … Lanjutkan membaca “Menelusur Djedjak Adinda” Oleh Henk Mak van Dijk