“Mempertanjaken peran Indonesia dalem penelitian Belanda” oleh Joss Wibisono

Versi jang lebih lunak dan tidak terlalu djudes bisa diklik di sini. Keputusan pemerintah Belanda mendanai usulan penelitian terhadap apa jang mereka sebut periode dekolonisasi Indonesia berlatar belakang politik kentel. Ini sangat perlu kita perhatikan karena peneliti Indonesia djuga dilibatkan. Lebih dari itu djuga perlu dengen teges dirumusken apa kepentingan Indonesia ikut serta dalem ini penelitian. Tanpa perumusan kepentingan jang djelas dan teges maka bisa2 kita tjuman akan hanja ikut2an dalam politik dalam negeri si bekas pendjadjah. Sembilan bulan setelah pemerintah Belanda memutuskan mendukungnja, pada tanggal 14 september silam, di Amsterdam, diadakan aftrap alias tendangan awal dalam bentuk pengenalan publik … Lanjutkan membaca “Mempertanjaken peran Indonesia dalem penelitian Belanda” oleh Joss Wibisono

“Penelitian menjeluruh terhadap kekerasan perang kemerdekaan Indonesia” oleh Joss Wibisono

Klow bisanja tjuman batja versi edjaan orde bau, EYD, silahken ngeklik ini: Achirnja keputusan itu keluar djuga. Djum’at 2 desember 2016, dalam djumpa pers mingguan, perdana menteri Mark Rutte mengumumkan bahwa pemerintah Belanda akan membiajai penelitian menjeluruh dan mandiri terhadap kekerasan tentara Belanda selama perang kemerdekaan Indonesia, 1945-1949. Keputusan jang tidak terlalu mengedjutkan, walaupun empat tahun lalu pemerintah masih menolak seruan mengadakan penelitian matjam itu. Apa pasal? Kenapa sekarang Den Haag berubah pendirian? Mark Rutte menegaskan penjebab kabinetnja mengambil keputusan ini adalah disertasi doktor sedjarawan Rémy Limpach jang septembar lalu terbit sebagai buku berdjudul De brandende kampongs van generaal Spoor … Lanjutkan membaca “Penelitian menjeluruh terhadap kekerasan perang kemerdekaan Indonesia” oleh Joss Wibisono

“Belanda dan masa lampau kolonialnja, kita?” oleh Joss Wibisono

Kalow mau batja versi edjaan orde bau, silahken ngeklik ini. Tudjuh puluh tahun setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, Belanda si bekas pendjadjah masih sadja dihantui oleh masa lampau kolonial itu. Lalu apa jang harus dilakukan Indonesia? Diam dan mengamati sadja setiap ada ribut2 di bekas negeri induk? Jakinkah orang Indonesia bahwa dia tidak membebek Belanda: melakukan pelanggaran hak2 asasi manusia besar2an di negeri lain? Beberapa hari mendjelang peringatan 70 tahun proklamasi kemerdekaan Indonesia, persisnja pada hari Djumat 14 Agustus lalu, NRC Handelsblad —harian sore Belanda terbitan Amsterdam— datang dengan berita kedjutan. Gebrakan ini berdampak ribut2 dalam pers Belanda dan terus terbawa … Lanjutkan membaca “Belanda dan masa lampau kolonialnja, kita?” oleh Joss Wibisono