“Tien Soeharto: Tumbal, Djimat, Sakti atau Wahju?” Oleh Joss Wibisono

Tjatatan pengantar: Ini tulisan lama, ditulis tak lama setelah Tien Soeharto mendadak meninggal dunia. Versi bahasa Belandanja (dengan djudul “Tien Soeharto: ongeluksvrouw, geluksvrouw en mysterieuze krachtvrouw”) diterbitkan oleh Indonesië en Oost-Timor Feiten en Meningen Jaargang 19 nummer 2/3 juni-augustus 1996, halaman 7. Oh ja, djangan lupa untuk djuga membatja buku saja jang menguraikan tjorak kekuwasaan Soeharto. Klik ini untuk melihat situs bukunja. Dan klik ini untuk pesan buku itu pada penerbitnja. Sudah banjak analisa ditulis tentang meninggalnja Tien Soeharto, termasuk pertanjaan apakah Soeharto akan melandjutkan kekuasaannja ketika tahun depan masa djabatannja jang keenam akan berachir. Semua analisa itu bersifat spekulasi … Lanjutkan membaca “Tien Soeharto: Tumbal, Djimat, Sakti atau Wahju?” Oleh Joss Wibisono

“Anomali Sedjarah” oleh Joss Wibisono

Versi awal tulisan ini diumumken oleh harian Sinar Harapan pada edisi 2 Oktober 2004. Sajang link-nja sudah mati, alias enggak bisa ditemuken lagi di situsnja koran itu. ADAKAH orde baunja Djindral Besuar Purnawirawan Hadji Mohamad Soeharto jang resminja sampai 32 tahun begitu mutlak menguasai pentas politik Indonesia punja akar sedjarahnja sendiri di bumi Nusantara? Sebagai kekuatan kanan misalnja? Bukankah orde bau tampil setelah berhasil sampai ke akar2nja mengganjang PKI beserta antèk2nja, jaitu pelbagai gerakan kiri jang lain? Dalam berupaja mendjawab pertanjaan di atas seorang peminat sedjarah Indonesia bisa dipastikan akan menumbuk anomali sedjarah atau sebutan mentèrèngnja: anomali historiografi Indonesia. Betapa … Lanjutkan membaca “Anomali Sedjarah” oleh Joss Wibisono

“Fascination with Fascism” by Joss Wibisono

Fascination with Fascism: Japan and Germany in the Indies of the 1930s Japan’s victory over Russia in 1905 was, as widely known, an eye opener for other Asian nations, especially those who were still colonized. At last fellow Asians defeated the white race, so it was perceived. Japan became a model and the interest in the country of the rising sun extended well until the 1930s, a different period in Japan as it embraced fascism. Information and knowledge about Japan filtered through to the Indies mainly through publications in Dutch, which, in turn, originated from Germany. This should not be … Lanjutkan membaca “Fascination with Fascism” by Joss Wibisono

“Wilders Kedjepit Hitler dan Wagner” oleh Joss Wibisono

Versi terdahulu ini esei jang ditulis dalem EYD diumumken sama Majalah Historia Online. Kalow gak dojan batja tulisan dalem Edjaan Suwandi, ja silahken klik MHO. Tjuman di situ gak lengkap dan tjonto2 karja musiknja djuga gak banjak. Perupa Belanda Jasper de Beijer, 37 tahun, bikin kedjutan. Dia membuat lukisan Geert Wilders muda dalam tampang aslinja. Tampang asli? Ija, kerna ketika misih muda, usia awal 20an, Wilders belum berambut pirang seperti sekarang. Politikus anti Islam pemblonda rambut itu misih berambut warna kelam, sesuai latar belakang indischnja. Wilders, seperti kita tahu, memang punja nenek mojang jang berasal dari Hindia Belanda, tjikal bakal … Lanjutkan membaca “Wilders Kedjepit Hitler dan Wagner” oleh Joss Wibisono