“Nama djalan2 Belanda: kenapa tak ada Soekarnostraat?” oleh Joss Wibisono

Versi terdahulu jang lebih pendekan telah nongol di Tirto.id Selain nama pulau2, gunung2 dan sungai2 Nusantara, djalan2 di kota2 Belanda si bekas pendjadjah djuga ada jang menggunakan nama pahlawan2 kita. Djadi, selain Javastraat atau Sumatrastraat, djuga ada Brantasgracht dan Semerustraat, tapi jang terpenting ada pula R.A. Kartinistraat, Sutan Sjahrirstraat atau Mohamed Hattastraat. Harap diingat: straat (djalan), gracht (kanal), singel (parit) atau plein (alun2/plaza) selalu harus digabung dengan nama orang, atau pulau, atau sungai jang merupaken namanja. Pantang dipisah. Begitulah tata bahasa Belanda jang pasti berbeda dengen tata bahasa Inggris jang memang memisahkan nama dari djalan. Di sini harap menulis setjara … Lanjutkan membaca “Nama djalan2 Belanda: kenapa tak ada Soekarnostraat?” oleh Joss Wibisono

“Belanda dan masa lampau kolonialnja, kita?” oleh Joss Wibisono

Kalow mau batja versi edjaan orde bau, silahken ngeklik ini. Tudjuh puluh tahun setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, Belanda si bekas pendjadjah masih sadja dihantui oleh masa lampau kolonial itu. Lalu apa jang harus dilakukan Indonesia? Diam dan mengamati sadja setiap ada ribut2 di bekas negeri induk? Jakinkah orang Indonesia bahwa dia tidak membebek Belanda: melakukan pelanggaran hak2 asasi manusia besar2an di negeri lain? Beberapa hari mendjelang peringatan 70 tahun proklamasi kemerdekaan Indonesia, persisnja pada hari Djumat 14 Agustus lalu, NRC Handelsblad —harian sore Belanda terbitan Amsterdam— datang dengan berita kedjutan. Gebrakan ini berdampak ribut2 dalam pers Belanda dan terus terbawa … Lanjutkan membaca “Belanda dan masa lampau kolonialnja, kita?” oleh Joss Wibisono

“Habibie Berdjudi di Timor Timur” Oleh Joss Wibisono

Habibie dengen Timor Leste: sekarang orang selalu melihat bahwa keduanja berkaitan karena, sebagai presiden Indonesia ketiga, Habibie menggandjarkan referendum kepada wilajah jang di zaman orde baru selalu disebut sebagai propinsi ke 27 itu. Bahkan sampai2 seorang pedjabat Malaysia mendamprat Habibie soal ini. Tapi, ulah Habibie di propinsi termuda itu (sebutan lain ketika Timor Timur mingsih memperdjuangken kemerdekaannja) sebenernja sudah lebih awal lagi dari 1999. Ketika misih mendjabat menristek, Habibie ternjata sudah pernah main djudi di Timor Timur. Berikut sebuwah tulisan lama tentang perdjudian Habibie di Timor Timur itu. Ketika pada bulan Desember 1995 Presiden Soeharto menjataken bersedia bertemu seorang tokoh … Lanjutkan membaca “Habibie Berdjudi di Timor Timur” Oleh Joss Wibisono

“Djin2 jang kena kutukan Timor-Leste” oleh Joss Wibisono

Ini tulisan lama, pernah terbit di situs Ranesi tahun 2007. Dipasang lagi di sini semata2 untuk menunjukken bahwa para djindral berikut begitu takut sama pengadilan, karena mereka djuga tida berani bertanggung djawab atas perbuwatan mereka di masa lampau. SBY termasuk salah satunja. Begitu denger RMS mengadjuken gugatan ke pengadilan, dia langsung batalin kundjungan kenegaraan ke negeri bekas pendjadjah. Sistem pengadilan Indonesia jang korup tidak bisa mendjangkau mereka. KKP jang dibentuk oleh pemerintah Indonesia dan pemerintah Timor Leste djuga tidak berani menjentuh mereka. Masjarakat internasional ogah mendirikan tribunal untuk mengadili mereka. Tetapi anehnja, para djindral Indonesia dengan pengalaman tertjoreng di Timor … Lanjutkan membaca “Djin2 jang kena kutukan Timor-Leste” oleh Joss Wibisono