“‘Mendengar’ Surga Sungsang” oleh Joss Wibisono

Inilah resensi pertama sebuwah novel jang pernah kutulis. Tentu sadja ini djuga novel pertama penulisnja. Versi lain resensi ini nongol di koran Suara Merdeka (dulu De Locomotief), edisi 30 Maret 2014, halaman 24 bawah. Klow mingsih ada azha kalangan jang gak betah batja tulisan dalem Edjaan Suwandi, dia bisa ngeklik ini untuk batja versi EYD-nja. Membatja Surga Sungsang, novel perdana Triyanto Triwikromo, laksana mendengar sebuah karja musik serius dan besar — dipentaskan bersama oleh orkestra Barat, seperangkat gamelan (sléndro maupun pélog) dan, tak ketinggalan, sekelompok paduan suara besar. Dua hal begitu menondjol dalam Surga Sungsang sehingga kita terdorong mengkaitkannja dengan … Lanjutkan membaca “‘Mendengar’ Surga Sungsang” oleh Joss Wibisono

“Kenapa jach kok engkong harto sampé batalin »Elektra«?” terkarang oleh Joss Wibisono

Harep ini link diklik doeloe dan videonja dilihat en didenger. Kalow tida soeka sama jang namanja opera, tjoekoeplah bebrapa minit sadja lihatnja. Sak soedanja itoe baroe batja ini toelisan lebih landjoet. Freudian Itu tadi aria Allein! Weh, ganz allein! dari opera Elektra tertjipta oleh Richard Strauß [1864-1949] jang libretto (sjairnja) terkarang oleh Hugo von Hofmannsthal atas satoe dramanja Sophokles, poedjangga Joenani poerbakala. Dalem ini aria Elektra menjataken dia ada rindoe loewar biasah sama dia poenja bapak. Ma’loem Elektra ada poenja rasa birahi sama bapaknja dia. Inilah kebalikan Oedipus, soalnja Oedipus ada rasa sjoer sama dia poenja iboe. Maka kalow ada … Lanjutkan membaca “Kenapa jach kok engkong harto sampé batalin »Elektra«?” terkarang oleh Joss Wibisono

“Opera Java: Verismo dan Pemberontakan Sinta” Oleh Joss Wibisono

Catatan awal: versi EYD tulisan ini sudah diumumkan pada situs Radio Nederland. Jadi kalau lebih terbiasa dengan ejaan orde baru itu, ya silahkan mengklik situs tersebut. Terus kalau ogah baca, juga silahkan mengklik situs Radio Nederland untuk mendengarkan versi audio resensi ini. Opera Java digelar di Amsterdam awal September 2010 untuk memperingati 100 tahun Tropenmuseum. Maka penonton disuguhi pertundjukan teater Djawa jang terus memperbaharui diri dan tanpa segan2 menampilkan hal2 jang bisa dinilai saru. Sepintas, terbesit kesan puritanisme telah kokoh mentjokoli masjarakat kita. Tengok sadja ketjaman massal terhadap video pornonja artis2 terkenal atau berlakunja UU Pornografi. Belum lagi ormas2 jang … Lanjutkan membaca “Opera Java: Verismo dan Pemberontakan Sinta” Oleh Joss Wibisono

“Variaties op een Javaans thema” door Joss Wibisono*)

In tegenstelling tot de literatuur spreekt men in de muziek, zeker de klassieke muziek, niet van plagiaat. Maar dat wil niet zeggen dat er niet over en weer wordt gepikt. Bijvoorbeeld de dans van de Rijndochters uit Das Rheingold van Wagner is gewoon een copy-paste van het eerste deel, het vivace, van Beethovens zevende symfonie. Om toch credit te geven aan de componist van het oorspronkelijke werk spreekt men van variaties op een thema. Beethoven zelf schreef 33 variaties op een wals van Diabelli en Rachmaninoff componeerde een Rhapsody op een thema van Paganini. Maar ja, als je blijft pikken, … Lanjutkan membaca “Variaties op een Javaans thema” door Joss Wibisono*)

“Fidelio: Beethoven soal Tapol, Bèntjong, Lesbi dan Gay” oleh Joss Wibisono

Tapol jang sampèk ini detik djuga misih ada di Maluku dan Papua (di sana misih zaman djahilijah orde baru, kajaknja jach), sebenernja sudah diangkat djadi thema opera oleh, siapa lagi kalow bukan, Ludwig van Beethoven [1770-1827]. Ini djelas pilihan logis satu komponist njang punja nama Beethoven kerna dia dikenal muak, sebel dan bentji terhadap tiran! Tiran bagi dia adalah penghambat kebebasan paling gedhé dan kerna itu harus terus diwaspadai, antara laen dèngen didjadiken opera itu! Siapa lagi kalow bukan Beethoven njang ada bikin robek2 halaman depan partitur dia punja simfoni ketiga, kerna di situ tertera nama Napoléon Bonaparte. Dia memang … Lanjutkan membaca “Fidelio: Beethoven soal Tapol, Bèntjong, Lesbi dan Gay” oleh Joss Wibisono