“Perlawanan dan perdjuangan keluarga Soejono” oleh Joss Wibisono

Sepandjang tahun 2021 ini aku menekuni satu keluarga jang luar biasa tapi sajangnja tidak banjak dikenal di tanah air. Irawan Soejono, anak ketiga keluarga Soejono, sekarang sudah mulai ada jang tahu. Terutama karena namanja mendjadi nama djalan di Osdorp, Amsterdam barat. Tapi ajah Irawan jaitu Radèn Ario Adipati Soejono, sedikit sekali jang tahu. Belum lagi Mimi, kakak Irawan, lebih banjak lagi orang jang tidak tahu tokoh jang bernama lengkap Soetiasmi Soejono ini. Suami Mimi jaitu Maroeto Daroesman mungkin ada jang sudah tahu, maklum dia diexekusi mati di Madiun pada 19 desember 1948. Soejono, Mimi, Irawan dan Maroeto, empat orang jang … Lanjutkan membaca “Perlawanan dan perdjuangan keluarga Soejono” oleh Joss Wibisono

“Rumah perlawanan” oleh Joss Wibisono

Achir pekan jang baru lewat (awal mei 2019), Belanda si bekas pendjadjah memperingati 74 tahun pembebasannja dari pendudukan nazi Djerman selama Perang Dunia Kedua. Setiap 4 mei dikenang mereka jang gugur semasa pendudukan dan setiap 5 mei diperingati kapitulasi nazi jang berarti pembebasan negeri kintjir angin dari pendudukan fasisme. Salah satu atjara jang menarik dan sering aku hadiri adalah pembukaan untuk umum rumah2 orang Jahudi atau rumah2 tempat berlangsungnja perlawanan terhadap pendudukan kalangan fasis itu. Atjara itu dinamai “Open Joodse Huizen van Verzet” alias buka rumah Jahudi, rumah perlawanan. Rumah Jahudi adalah rumah2 jang dulu ditempati oleh orang2 Jahudi, salah … Lanjutkan membaca “Rumah perlawanan” oleh Joss Wibisono

“Menunda perdjuangan Indonesia merdeka: orang Indonesia melawan fasisme di Belanda (1940-1945)” oleh Emile Schwidder

Versi lain artikel ini jang ditulis dalem EYD telah terbit pada jurnal Prisma edisi Vol. 36, No. 3. 2017, halaman 82-87. Artikel ini merupakan salah satu bab dalam buku Vertrouwd en vreemd: ontmoetingen tussen Nederland, Indië en Indonesië, (Hilversum: Verloren, 2000) Esther Captain, Marieke Hellevoort dan Marian van der Klein (redaksi).   Ketika populisme kanan berkuasa di Eropa pada masa Perang Dunia Kedua, tidak sedikit orang Indonesia melibatkan diri dalam perlawanan terhadapnja. Membagi orang2 Indonesia jang pada waktu itu berada di Belanda (jang diduduki nazi) dalam empat kelompok, Emile Schwidder dalam artikel ini lebih menjoroti peran kaum perempuan. Maklum, peran … Lanjutkan membaca “Menunda perdjuangan Indonesia merdeka: orang Indonesia melawan fasisme di Belanda (1940-1945)” oleh Emile Schwidder