






Pada 24 djanuari 1946 Maroeto Daroesman menikahi Mimi Soetiasmi. Dalam pengumuman di koran keduanja memasang alamat di Amsterdam dan Maroeto menambah informasi bahwa dia adalah doctorandus (sardjana) indologie, pendahulu kadjian Indonesia zaman sekarang. Keduanja berkenalan pada zaman pendudukan nazi, dan sama2 aktif dalam verzet. Bisalah dimaklumi kalau sebagai pengantin baru keduanja memutuskan untuk kembali ke tanah air, memperdjuangkan Indonesia merdeka. Pada 1948 Maroeto jang terlibat dalam afair Madiun dieksekusi bersama Amir Sjarifuddin dan beberapa tokoh komunis lain. Dia meninggalkan Mimi dan dua anaknja. Bertutur kepada Soe Hok Gie tentang suaminja, Mimi menggunakan nama samaran Sundari. Pada tahun 1950, Mimi menikah dengan Jusuf Mudadalam jang djuga aktif dalam verzet di Belanda, penikahan ini dianugerahi dua anak. Mimi Soetiasmi meninggal mendadak tahun 1976, pada usia 58 tahun. Dia dimakamkan di Tanah Kusir.

