“Tiga Peladjaran dari Amsterdam” oleh Joss Wibisono
Salah satu daja tarik Amsterdam jang menjebabkan saja pada achir 1987 berkeputusan mendjadi penduduknja adalah amburadulnja situasi ibukota Belanda ini. Berlainan dengan Hilversum misalnja, kota tempat Radio Nederland bermarkas (waktu itu saja kerdja untuk seksi Indonesia), di Amsterdam lampu merah tidak berarti orang benar2 dilarang menjeberang djalan. Kalau memang sudah tidak ada hambatan, katakan sadja sudah tidak ada lagi mobil jang lalu lalang, maka walau pun lampu masih merah, warga Amsterdam pasti akan njelonong menjeberang djalan. Selain itu, di Amsterdam djuga terdapat banjak sekali tjoretan dinding jang disebut grafitti. Banjak matjam tjoretan dinding di Amsterdam, tetapi jang saja sukai adalah … Lanjutkan membaca “Tiga Peladjaran dari Amsterdam” oleh Joss Wibisono
